SATRIA PARA DEWA
(PAHLAWAN TAK DIKENAL)
Pada pagi hari yang cerah,seperti biasa,satria pulang dari mencari kayu bakar.Saat itu tanggal 15 februari 1939.Dia terkejut saat masuk rumah ibu dan adiknya (sari) sudah menyiapkan segala sesuatu untuk pergi.
Satria : “ada apa ini bu?mau kemana?”sambil mengerutkan dahinya.
Ibu : “kita pergi kesemarang,disana lebih aman.”
Satria :”apanya yang lebih aman?dimana2 terjadi perang,belanda dimana2,tidak ada bedanya”
Ibu : “satria,ibu hanya menuruti perintah ayahmu agar kalian diungsikan kesemarang agar terhindar dari perang”..sambil terisak tangis
Satria :”kalian?apa maksud ibu dengan kalian?Ibu tidak kan menyuruh ku untuk melakuakan apa yang aku pikirkan kan?”Tanya satria pada ibunya
Sesaat Ibu hanya terdiam dan memandangi satria sambil menangis,dan sari (adik satria) hanya bisa memeluk ibunya dengan erat.jelas tergambar perasaan ketakuatan diwajah sari.
Ibu : sambil menghela nafas panjang “iya,hanya kalian berdua yang akan pergi”
Satria : “apa maksud ibu?siapa yang akan merawat ibu?siapa yang akan melindungi ibu?satria bisa menjaga ibu”dengan nada tinggi
Ibu : sembil menangis “tidak anakku,ibu terlalu tua untuk pergi begitu jauh dan bertahan dari perang.biarkan ibu mati ditanah kelahiran ibu,bagaimanapun cara ibu mati nanti,itu tidak masalah.Ibu iklas”
Sari menyela “Ibu,sari takut,sari ga mau jauh dari ibu”
Satria hanya memandangi adik dan ibunya dengan perasaan yang kacau balau.
Ibu : “sari,ikutlah kakamu.masa depanmu masih panjang sayang”
Sari hanya menangis semakin keras
Ibu : “sudah sudah,waktu kalian tidak banyak.kalian harus cepat pergi dari Surabaya”..
Sambil memeluk kedua anaknya “ibu sangat sayang kalian,kalian adalah segalanya bagi ibu.bertahanlah dalam situasi ini hingga Tuhan pertemukan kita kembali dalam kondisi apapun”
Sedari tadi satria hanya terdiam untuk mengumpulkan keberanian dan keiklasan untuk melangkah meninggalkan ibunya.
Dalam tangis ibunya memberikan sesuatu “ini kalung pemberian ayah mu sebelum belanda mengambilnya,ini untukmu nak”mengecup kening satria dan sambil memasangkan kalungnya.
Satria : “satria pasti akan kembali untuk ibu.satria tidak akan mengecewakan ibu.”
Sambil menggandeng sari,satria terus berlalu tanpa melihat kebelakang sedetikpun.namun sari tetap berontak ingin bersama ibunya “kakak,sari ga mau pergi,kakak sari ga mau jauh dari ibu.kak….kakak….”tangis sari tidak mengendurkan niat satria yang sebenarnya punya perasaan yang sama.
Sesampainya di stasiun,begitu banyak orang yang ingin meninggalkan Surabaya,entah mereka mau kemana,tujuan yang sama atau tidak,entah lah.
Begitu penuh sesak hingga pegangan tangan sari terlepas dari satria “kakak..!!!!!” pekik sari
“Tetap ikuti kakak,jangan hilang,tetap melihat kearah kakak”
Disaat yang sama datanglah tentara belanda berusaha membubarkan kerumunan orang yang berusaha pergi dengan kereta.disaat itu lah satria semakin terdorong kedepan dan menghilang dari pandangan sari.satria pun sudah tak lagi mendengan teriakan sari yang sedari tadi tetap memanggilnya,hilang begitu saja diantara kepanikan orang-orang.Disitu satria memutuskan untuk tidak naik kreta dan mencari adiknya dulu.tp hingga malam dia memandangi sekitar stasiun sari tak ditemukan juga,entah dia sudah naik kreta atau dibawa oleh belanda.karna ada beberapa yang dibawa oleh belanda,dan entah akan dibawa kemana.
Dalam kebingungan,sedih dan amarah satria hanya terdiam disekitar stasiun,dan disaat itu dia mendengar langkah kaki yang tak asing untuk dia.”yahhh..ini langkah sepatu belanda…ini saatnya aku membalas”dalam hati dia..
Tanpa pikir panjang satria mencari apapun yang ada didekatnya untuk dia jadikan senjata,dan menyerang belanda itu yang kebetulan berjalan sendirian.
Sambil berlari dan menyerang,satria berteriak keras “Mati kau penjajah…!!!!!!!!!!!”
Mungkin karna kalah ilmu dalam pengalaman bertarung satria berhasil dilumpuhkan,jatuh bersimpah darah.dan ternyata yang dia serang seorang Indonesia,Sadewa namanya.Sadewa adalah orang Indonesia yang bekerja untuk belanda,tapi dia sudah keluar dan lebih pilih pulang kekampung halamannya.Sambil mengulurkan tangan untuk menolong satria dia berkata “kita satu darah kawan,aku Sadewa, panggil saja dewa.siapa namamu?”
“aku tak butuh uluran tangan orang yang bekerja pada belanda yang telah menghancurkan hidupku”,teriak satria ditengah rintihan sakitnya setelah perkelahian tadi.”pergilah,aku bisa bertahan tanpa bantuan siapapun”
“ohhh ya?”Tanya dewa.dan satria hanya terdiam sambil membersihkan mulutnya dari darah.
“dengan kemampuanmu yang jauh dibawah rata-rata,aku tak yakin kau bisa sekuat perkataanmu itu”,tambah dewa setengah mengejek satria.
Sambil menyalakan sebatang rokok dewa berkata “untuk apa kau berada disini?disini tak mungkin kau temui belanda.belanda ada ditengah kota.Bila kau mau,kesanalah,lawan mereka”
“tapi ku beritahu”terdiam sejenak”kau hanya bunuh diri bila kesana”.”aku 5 tahun bersama mereka,aku tahu betul kekuatan mereka.”.”ohh ya,siapa namamu?”tanya dewa
Dengan singkat dan nada rendah menjawab “satria..”
“semangat dan tekatmu seperti namamu”jawab dewa,sambil beranjak dari duduknya dewa berkata”tapi,otakmu tak cukup pintar untuk menjadi seorang satria,satria”
“Ikutlah bersamaku”ajak dewa
“kamana?bekerja pada belanda?aku lebih memilih mati daripada bekerja pada anjing seperti mereka”jawab satria dengan nada tinggi
Dewa hanya tertawa mendengar jawaban itu
“kenapa kau tertawa?kau tak percaya bahwa aku berani mati untuk harga diri bangsa ini?aku tidak seperti kau yang bisanya hanya menjilat pantat belanda”tambah satria
Seketika itu dewa marah dan merasa tersinggung oleh perkataan satria,sambil setengah mencekik leher satria,dewa berkata
“kau tau apa soal aku?kau tau apa haaaahhhhh?”
“aku bekerja pada belanda untuk mencari tahu pergerakan belanda”
“kau pikir aku suka dijajah seperti ini?kau pikir aku tak cinta negeri ini?”
“jangan menilai aku dari pakaianku dan kesombonganmu pemuda”sambil melepas kan tangannya dan setangah mendorong,sadewa berkata”dulu aku seperti kau,sat”,”hanya amarah,dendam Karena keluargaku pun dibunuh oleh mereka,dan ingin keluar dari situasi ini,tp aku tidak seperti kau yang terlalu bodoh”,”kita butuh strategi dan kita harus tahu dimana kelemahan belanda,barulah itu kita menyerang”
“sudah tau kah kau kelemahan itu?kapan kita menyerang?aku ikut”kata satria dengan semangat
“sudah,tapi hanya sebagian kecil”jawab dewa
“tunggu apa lagi,mari berperang”kata satria lagi
“tidak,tidak lah semudah itu.belanda masih terlalu kuat untuk kita”jawab dewa
“sekarang bukan saatnya”tambah dewa
Satria hanya terdiam,dia tidak tahu apa yang akan dilakukan
Beberapa saat mereka hanya saling terdiam
Tiba-tiba dewa berdiri dan satria terkujut “ada apa?ada apa?mana?mana belanda?” satria spontan berkata itu
“hahahahahahahahahahahaha”kekeh dewa,
”sebegitu banyak kah amarahmu pada belanda menguasaimu hingga kau terkagetpun berkata itu hahahahaha”kata dewa
Dan satria terdiam lagi karna merasa bodoh oleh amarah dan ketakutannya sendiri
“bagaimana soal tawaranku tadi?kau ikut dengan ku ke kampung halamanku,disana lebih aman dan kita bisa menunggu saat yang tepat untuk ikut berjuang dengan yang lainnya.”Tanya dewa
Satria terdiam dan tidak menjawab sama sekali,dia hanya melamun
“sat..??”,Tanya dewa sambil menepuk pundak satria
“eehh..iya iya iya iya..aku ikut”jawab satria
“baik lah,kita berangkat besok setelah subuh”tambah dewa.
Pergilah kedua pemuda itu menuju wonogiri,kampung halaman dewa.
Satria menyibukan diri dengan membantu dewa berkebun dan berlatih beladiri untuk bekal nanti bila tiba saatnya berperang.
Dewa yang mengajari itu,dewa memang lebih tahu soal taktik berkelahi karna saat bekerja pada belanda dia diajarkan untuk itu.Satria lakukan itu untuk melupakan segala masa lalu yang menyakitkan,hanya sekedar menyibukkan diri,namun masih sering semua itu menjadi mimpi buruk yang membangunkan dia ditengah malam.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Beberapa tahun kemudian……………
Tanggal 1 Maret 1942, tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa, dan tujuh hari kemudian tanggal 8 Maret 1942, pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang berdasarkan Perjanjian Kalijati. Setelah penyerahan tanpa syarat tesebut, Indonesia secara resmi diduduki oleh Jepang.
Satria mengetahui itu,dan dia merasa ini lah saatnya untuk kembali ke Surabaya dan bergabung bersama pejuang yang lain.
Satria mengutarakan itu pada dewa “dewa mungkin ini lah saatnya”pekik satria sambil berlari kearah dewa
Dewa : “saat apa?panen kebun kita?panen masih 3 bulan lagi kawan”
Satria : “bukan itu,kau tak mendengar berita diradio?”
Dewa : “berita apa?harga beras naik?ahh itu wajar,beras sekarang jarang,semua diambil oleh belanda”terang dewa
Satria : “ahhhh kamu ini”sedikit marah
Dewa : “lalu apa?bercerita lah yang jelas”berguman kepada satria
Satria : “belanda mundur kawan,belanda mundur.Mereka dikalahkan oleh jepang.Jepang membantu kita untuk lepas dari belanda.ini kesempatan kita untuk ikut berjuang.pasti banyak pemuda diluar sana yang bangkit dari semua keterpurukan selama ini”
Dewa hanya diam dan tersenyum kecut mendengar cerita satria
Satria heran melihat itu “kau kenapa?apa kau takut?mana dewa yang dulu?”Tanya satria
”apa kita akan selalu sembunyi dibalik semua ini?dewa,ku kira kau punya semangat untuk Indonesia,ternyata tidak.”sambil berlalu,pergi dari hadapan dewa
Satria mengemasi barangnya untuk berangkat kesurabaya “baiklah aku pergi sendiri,cukup sudah aq berdiam diri selama 2 tahun ini dan mengikuti strategi bodohmu”gumam satria disela2 mengemasi barang2nya.
“sat,,kau benar ingin kembali kesurabaya??”Tanya dewa
“iya,aku masih punya ibu disana,dan aq harus menemukan adikku…”satria terdiam sejenak”dan adikku entah dmn,semoga aq bisa menemukannya nanti sesampainya disurabaya”
“itu jika mereka masih hidup”kata dewa
“kenapa kau berkata begitu?aku yakin mereka masih hidup.aku tau betul mereka”sanggah satria
Dewa hanya melihat satria dan berkata “kau yakin??”Tanya dewa
“yakin,aku yakin melebihi keyakinanmu tentang aku”jawab satria
“mmmm…baiklah,tunjukan padaku…ku tunggu di kebun sekarang”kata dewa sambil pergi meninggalkan satria
Satria sedikit bingung dengan perkataan dewa”aku ingin kesurabaya bukan berkebun”batin satria..
sesudahnya mengemasi semua barangnya satria menuju kebun seperti yang dikatakan dewa.
Disana dewa sudah menunggu dengan ikat kepala berwarna merah putih yang sudah lusuh
“ada apa ini?”batin satria
Belum sempat satria paham semua maksud dewa dengan semua ini,tiba2 dewa sudah menghantam satria dengan tongkat kayu dan satria terjatuh ketanah
“haaaiiiiiiiiiiii…apa2an kau?dewa,kau kenapa?”satria bertanya dalam rintihannya
“bangun…..tunjukan padaku kau sudah siap”teriak dewa
Satria yang masih dalam kebingungan tidak merespon perintah itu dan “buuugggggggggggg…..”satu pukulan lagi menghantam tepat dipundak satria “aaaahhhhhhhhh…..bangsat”teriak satria”kau ini kenapa?”Tanya satria lagi.
“bangun kataku,ambil kayu itu”dewa membentak sambil menunjuk sebatang kayu disebaleh satria
Perlahan satria bangun dan mengambil kayu itu,tp belum sempat satria berdiri penuh,satu hantaman lagi diayunkan dewa kearah kepala satria.tapi kali ini satria lebih waspada dan menepis hantaman itu dan menyerang balik dewa dan dengan sekali pukul tepat diperut dewa terhempas ketanah.
Satria hanya melihat dewa merintih kesakitan
Dewa berdiri lagi dan berkata “kau sudah siap,aku ikut dengan mu”..dewa tersenyum kecil dan melempar tongkatnya kearah satria
Satria hanya terbengong seperti patung melihat tingkah laku sahabatnya itu
“ayo,jadi tidak kita ke Surabaya?”tanya dewa yang jg bingung karna satria hanya berdiri tidak bergerak
“ohh ya….jadi”satria menjawab sedikit ragu kenapa tiba2 dewa menjadi aneh
“kita tidak berangkat sekarang,kita berangakat 2 hari lagi.kasih waktu aku untuk mengumpulkan pemuda desa sini untuk ikut bersama kita”saran dewa”kita tidak tahu apa yang jepang maksud dengan semua ini.kita butuh lebih banyak pejuang”terang dewa pada satria.mungkin karna lama dia bersama belanda dia tidak mempercayai lagi Negara lain yang masuk ke Indonesia.dewa berpikir mereka semua mempunyai tujuan yang sama.
Satria hanya mengangguk mendengar kata2 itu keluar dari mulut dewa
“sekarang tidurlah,besok kita mulai perjalanan ke desa lain untuk mencari sukarelawan untuk ikut bersama kita”tambah dewa”kita harus siap dengan segala kemungkinan penjajah baru”tambahnya lagi
“apa kau meragukan jepang yang telah mengusir belanda?jepang terlihat baik,aku mempercayai mereka”kata satria membantah keraguan dewa
“jangan pernah percaya akan kebaikan itu kawan,diotakku masih tergambar jelas bagaimana kebusukan belanda dibalik semua kebaikan mereka,yang jepang berikan pada bangsa kita mungkin hanya awal penjajahan baru”jawab dewa”sudah sekarang tidur lah,masih banyak pekerjaan untuk kita besok”sambil membalikan badannya dan sudah tidak terdengar lagi perkataan dari dewa.
“benar juga kata dewa”batin satria
Satria mulai sadar akan sahabatnya itu.ternyata kebencian dewa pada penjajah melebihi yang dia tahu.satria pun sadar kenapa selama ini dewa berdiam diri,ternyata dia mengumpulkan para pemuda disekitar desa,dia membangkitkan semangat mereka untuk ikut bergabung bersamanya bila saatnya untuk bergerak itu tiba.dan ini lah mungkin saat yang dewa maksud.
Sebelum subuh tiba satria sudah dibangunkan oleh dewa
“hehh bangun bangun..”sambil berbisik
“apa”jawab satria
“sssttttttttttttttt jangan keras2,ada jepang diluar”bisik dewa
Satria terkejut “apa??untuk apa mereka disini?bukannya mereka seharusnya mengamankan kota dari belanda?”Tanya satria
“ini yang aku kawatirkan tentang jepang”jawab dewa”ayo,sekarang saatnya kita pergi”tambah dewa dan mengajak satria pergi melalui pintu belakang.
Disitu satria tahu bahwa perkiraan dewa itu benar.Terdengar teriakan minta ampun dan suara tembakan berulang kali.ternyata jepang berusaha menunjukan kekuasaan disini dengan kekerasan agar masyarakat menjadi takut.Semua warga dikeluarkan dari rumah dan dikumpulkan disatu tempat,entah untuk apa mereka dikumpulkan.
Saat satria dan dewa akan meninggalkan rumah,ada pasukan jepang yang melihatnya dan menembaki mereka.jadilah kejar kejaran antara pasukan jepang dan dua orang sahabat tadi.
Karena dewa dan satria lebih mengenal medan didaerah ini,mereka lolos dari pengejaran jepang dan bersembunyi ditengah lebatnya hutan.
Jepang tak beda dengan belanda,dikota2 besar yang terlihat,jepang sangatlah baik,tapi ditempat2 terpelosok jepang menindas dan sadis terhadap pribumi.Ternyata itu hanyalah topeng untuk mengambil alih kekuasaan dan kekayaan Indonesia.
“apa maksud semua ini?aku tak paham”Tanya satria dalam perjalanan
“dewa…aku bertanya padamu”Tanya satria lagi sambil menarik tangan dewa
“dengar kawan……negara kita adalah medan perang dan lahan kekayaan untuk Negara lain.mereka semua saling berebut untuk menguasai,mengambil kekayaan alam kita,menjadikan rakyat kita budak.dan semua yang kau tahu soal kekejaman itu”terang satria
“lalu kita harus bagaimana”Tanya satria
“tujuan kita saat ini adalah Surabaya”,jawab dewa
“disana banyak pejuang hebat,kita bergabung dengan mereka”tambah dewa
“lalu kita naik apa agar bisa sampai kesurabaya?”Tanya satria lagi
“kaki..”jawab dewa singkat
“kaki?haahhh apa kau gilaaaa?”Tanya satria setengah tak percaya
“dewa…dewa…apa kau serius?kau memang gilaaa”tambah satria
Tapi dewa hanya terdiam dan terus berjalan tanpa melihat dan menanggapi semua pertanyaan satria yang sedari tadi masih terkejut dengan semua ini.
Ditengah perjalanan dewa berhenti,seakan sedang melihat sesuatu.
“ada apa”Tanya satria
“sssstttttt…diam disini,aku akan kembali”jawab dewa sambil pergi ditengah kegelapan malam
“dia ini mau kemana?aneh benar dia sekarang”gumam satria
Beberapa saat kemudian dewa datang dengan beberapa orang pemuda
“kenalkan ini satria”sambil mengenalkan para pemuda yang dia bawa kepada satria
“sekarang kita lanjutkan kedesa sebelah”lanjut dewa
Disana pun dewa merekrut beberapa pemuda lagi untuk ikut bersamanya
“sekarang kita harus berpisah dan membentuk 2 kelompok”awali pembicaraan
“apa maksud mu?”Tanya satria pada dewa
“satria,kau dan 5 orang lainnya mencari orang ke desa sebelah selatan untuk ikut bersama kita”.“aku dan bersama sisanya ke desa sebelah utara,kita bertemu disini 3 hari lagi”terang dewa
Belum sempat satria berkata dewa sudah menyela“aku percaya kau bisa,ingatlah ini untuk keluarga mu disurabaya”kata dewa sambil bergegas pergi meninggalkan satria dan kelompoknya.
“ingat,,,,3 hari lagi kita bertemu disini”teriak dewa
Berbakal semangat dan kebaranian satria mencoba merekrut para pemuda pemuda yang inginkan adanya perubahan dinegara ini.
3 hari berlalu dan mereka bertemu di titik pertama saat mereka berpisah.Banyak juga pemuda yang ikut bersama mereka,13 orang sekarang bersama mereka.dan mereka sekarang meneruskan misi menuju kota Surabaya.
Alam mereka jadi kan perlindungan,dari pegunungan lawu menuju pesisir kota magetan.Di setiap daerah dan kota yang mereka lewati mereka terus menghimpun kekuatan dan menambah jumlah pasukan.Sampailah dikota magetan.Dewa tahu disini ada gudang senjata milik belanda,dan dia berencana untuk mengambil senjata itu untuk bekal berperang melawan jepang.
“dikota ini gudang senjata belanda dibangun,tengah malam nanti kita kesana untuk mengambil alih isi gudang itu”kata dewa pada satria.
“baiklah,aku siapkan orang2 yang sekiranya mampu melakukan tugas ini.”jawab satria
Satria pun mengumpulkan semuanya dan mencari siapa yang sekiranya bisa membantu misi ini.Semuanya menyanggupi itu.
Dan berangakt lah mereka ke gudang senjata milik belanda.
Sesampainya disana ada beberapa penjaga jepang.
Satria yang lebih pintar dalam berstrategi membuat rencana penyergapan,lebih dari 3 jam satria hanya melihat keadaan gudang itu.seorang pemuda yang sudah tidak sabar bergerak mendekati satria “sat…kapan kita menyerang?ini sudah menunggu terlalu lama”kata pemuda itu.Belum sempat satria menjawab,dewa sudah menjawabnya terlebih dahulu,”bung,,biarkan kita serahkan kepada ahlinya saja,kita tinggal menunggu perintah”kata dewa.
Tak lama,satria berbisik pada dewa “sekarang,kita masuk dari samping.disana hanya ada 2 penjaga,dan salah satu dari mereka membawa kunci gudangnya”
Ternyata satria menunggu para penjaga itu lelah dalam berjaga,dan mengawasi penjaga mana yang masuk kedalam gudang senjata dan membawa kuncinya.Lalu mengejutkan mereka dengan serangan jarak dekat yang mendadak.
Tanpa dikomando dewa memerintahkan pasukan untuk mendekat,hanya berbekal bambu,golok,sangkur dan senjata seadanya mereka mulai mendekat kepada sasaran.
Mengendap-endap mereka menuju gudang senjata
“baaakkkkkkkkk…….”satu penjaga gerbang roboh terkena sabetan golok satria
Dan satunya lagi dirobohkan oleh pemuda yang lain.
Satria mengambil kunci gudang,”tunggu,aku butuh 3 orang untuk ikut masuk kesana,yang lain berjaga disini mengawasi keadaan”kata satria sebelum menuju gudang.
“baiklah aku disini saja menjagamu”kata dewa”sekarang masuklah,sebelum mereka curiga ada anggotanya yang hilang”tambah dewa
Dan malam itu tanpa halangan mereka berhasil membawa banyak senjata api,amunisi,granat,peta dan kompas.Lalu mereka kembali ketempat persembunyian,dan membagikan senjata kepada semua pejuang yang ikut bersamanya.
“kita disini tidak boleh terlalu lama,jepang bisa tahu keberadaan kita.sekarang juga kita bergerak lagi.”kata satria
“tujuanmu akan kemana sat?”Tanya dewa
“Kita menuju,pegunungan wilis”jawab satria
“baiklah ayo kita bergerak”seru dewa
2 hari sudah perjalanan dewa mendengar sayup ada suara letusan senjata api
“berhenti,tunggu dulu….dengarkan”raut wajah dewa mengatakan seperti sedang mencari sesuatu,tapi entah itu apa dan “darrr…darrr….darrrr…..”
Tanpa aba2 satria berlari sambil mengambil beberapa amunisi dan senjatanya menuju dari mana asal suara itu
“satriaaaaa….tunggu……..jangan kesana”teriak dewa
Tapi satria tetap berlari tanpa menghiraukan yang lainnya.
Lalu dewa mengajak beberapa orang untuk mengikuti dia”kalian ikut aku mengejar’kata dewa sambil bergegas membawa senjata”bawa geranat dan peluru secukupnya saja,kita perlukan itu diperjalanan ke Surabaya”tambahnya.”dasar monyet,masih saja gegabah”tambahnya sambil bergumam sendiri.
Dewa kebingungan mencari satria,karna satria sudah hilang ditengah pepohonan.Saat sedang mencari itu dewa mendengar suara satria berbisik.
“dewa….dewa…disini…sttttt tetap menunduk”bisik satria
Dewa menuruti apa kata satria,dan mendekat
“lihatlah….”kata satria sambil mengusap air matanya..
“astaqfirullah….”lirih dewa melihat apa yang terjadi didesa itu.Masyarakat laki2na dikumpulkan ditengah desa dan ditembaki satu persatu,para wanita dimasukan kedalam satu rumah dan rumah itu siap dibakar.Entah untuk apa jepang jepang itu melakukannya.
”apa yang akan kita lakukan?”tanya dewa.’ kita tidak bisa berdiam dan melihat itu”tambah dewa
Dan satria hanya menjawab dengan senyuman
“baiklah kawan2 isi senjata kalian,kita siap menyerang.”kata dewa.karna dewa tau betul bila satria memberikan senyum itu pasti dia bertindak nekat dengan apa yang terjadi didepannya.Sama seperti dua tahun lalu saat perjalanan ke wonogiri,ada seorang kakek tua dianiaya beberapa pemuda,belakangan diketahui,kakek itu tidak mau membayar pajak pada belanda,dan orang2 itu suruhan belanda.
Saat itu satria tiba2 mengubah arah jalananya menuju orang2 itu,dan dewa bertanya “kau mau apa?satria aku tak mau kamu ada masalah”dan satria hanya tersenyum,sama seperti sekarang ini.Satriapun menghampiri pemuda itu dan menghajarnya,satu pemuda terkena sabetan golok satria,yang lainnya kabur ketakutan.Satria memang mahir dalam memakai golok,mungkin karna dia terbiasa dengan golok saat mencari kayu bakar.dan itu lah satria,tidak bisa berdiam diri dan menahan emosi,berbeda dengan dewa yang lebih sabar dan berpikir panjang.
(kembali kecerita sekarang)
“baiklah kawan2 isi senjata kalian,kita siap menyerang.”kata dewa pada para pejuang yang lain
“katakana kapan saatnya”pinta dewa pada satria
Beberapa saat satria terdiam dan mengamati seperti biasanya.
Disela2 satria mengamati satria bertanya pada semua yang ada disitu
”apa kah kalian siap mati untuk orang lain?”
Mereka semua hanya mengangguk..”baiklah..sekarang kita serang”perintah satria
Dan terjadilah pertempuran antara pasukan yang hanya bermodal pengalaman berperang seadanya dengan pasukan yang sudah terlatih untuk benar2 terjun berperang.Tapi entah karena keberuntungan atau karena semangat mereka,mereka berhasil memenangkan pertempuran itu,hanya satria yang terkena tembakan dibahunya.
“kau tidak apa2 sat?”Tanya dewa
“tidak,aku tidak apa2,urus lah mereka dulu”jawab satria sambil menunjuk kearah warga desa itu
Setelah itu satria dan pasukannya bermalam disitu,istirahat untuk melanjutkan perjalanan ke pegunungan wilis,karna dianggap disana lah tempat aman untuk melakukan latihan.
Dari setiap perjalanan pasukan ini selalu memberikan kesan pada masyarakat bahwa mereka bagaikan malaikat penolong rakyat Indonesia maka pasukan itu dikenal dengan sebutan Satria Para Dewa oleh masyarakat.
Kabar itu sampai ketelinga jepang,dan jepang mengkawatirkan itu sebagai bom waktu yang siap meledak.Maka dari itu jepang melakukan pengejaran terhadap mereka dan menyebar mata2 dimana2.Karna pasukan yang satria dan dewa miliki selalu menyusahkan pergerakan jepang didareah daerah pingiran.Jepang pun memperketat penjagaan disetiap perbatasan kota.
Tapi setiap mereka memasuki desa,pasukan mereka bertambah,bertambah,dan terus bertambah,hingga lebih dari 30 orang sekarang ini.
Karna banyaknya mata2 yang jepang sebar,pasukan ini ketahuan bila akan menuju pegunungan wilis.Jepang pun memblokade setiap jalur menuju gunung wilis dan menanti pasukan Satria Dewa dengan kekuatan penuh untuk berperang.
“tinggal beberapa jam lagi kita sampai wilis”kata satria
Dewa menyela”sat,tidak sebaiknya kita istirahat dulu sebelum melanjutkan perjalanan?mereka terlihat kelelahan”kata dewa.Benar kata dewa pasukan ini kelelahkan karna 2 hari terus bergerak menghindari kejaran jepang.
“baiklah kita bermalam disini”jawab satria”tapi sebelum fajar kita harus sudah bergerak lagi”katanya lagi
Pasukan itu beristirahat dalam lebatnya pepohonan,menyatu dengan alam dan berharap menipu pandangan mata patroli jepang yang sekarang lebih sering terlihat.
Dan tanpa sengaja,seorang pasukan melihat satu batalyon tentara jepang bergerak kearah yang sama seperti tujuan mereka.dan dia melapor kepada satria..
“satria,,,ada pasukan jepang dibawah sana’kata dia
Satria terkejut dan menuju dimana orang itu melihat pasukan jepang “siallll…”gumamnya
Dewa lalu berlari menghampiri dewa yang memang sedang giliran jaga.
“dewa.dimana kau..”Tanya satria”dewa….!!!!…”
“apa?aku disini”jawab dewa setengah bingung
“ada apa sobat?kau seperti melihat setan”Tanya dewa
“aku melihat jepang bergerak menuju wilis,mereka tau pergerakan kita..”jelas satria
“haaaahhh…tidak mungkin,kita bergerak seaman mungkin”dewa terkejut mengetahui itu
“rupanya mata2 jepang sudah masuk keseluruh daerah”tambah dewa menyimpulkan situasi ini.
”beritahu yang lain kita bergerak sekarang,disini tidak aman”tambah dewa
“kemana?”tanya satria
“kita ke Welirang,kita memutar lewat blitar”jawab dewa dengan mantap.
Bergeraklah pasukan kecil tersebut mengikuti jalan pikiran dewa
Beberapa bulan kemudian sampailah mereka ke pegunungan welirang.Aman dan tidak terendus oleh jepang,karena pasukan ini memutuskan untuk tidak mencari orang lagi dan tidak melewati desa berpenduduk.
Dipegunungan ini mereka berlatih keras mengasah kemampuan berperang.dan disekitar itu mereka membuat beteng pertahanan seadannya untuk berjaga2 bila ada pasukan jepang datang.
Setelah merasa cukup dengan semua ini pasukan satria dewa bergerak lagi menuju kota surabaya,mereka selalu bergerilya dari hutan kehutan,dari pinggiran sungai ke sungai,dari gunung kegunung.Tanpa mengenal lelah mereka terus berperang melawan jepang.
Serangan demi serangan dilakukan terhadap jepang secara mendadak.Mulai dari penyergapan truck2 jepang saat mengirim bahan makanan dan senjata,hingga gudang2 amunisi dan bahan makanan.
Pasukannya kini hanya berjumlah 9 orang karna yang lain gugur dalam pertempuran,itu memaksa satria dewa agak menahan diri dalam kontak senjata dengan jepang.Mereka hanya menyerang jepang bila jumlah jepang tak lebih dari 10 orang.
Penuh perhitungan dan terkesan penakut memang,tapi itu untuk mempertahankan keutuhan pasukannya sekarang.Satria tidak mau kehilangan sahabat sahabatnya ini lagi.
Tiga tahun kemudian, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) diHirosima dan Nagasaki. Peristiwa itu terjadi pada bulan Agustus 1945. Dalam kekosongan kekuasaan asing tersebut,Ir. Soekarno kemudian akan memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
Saat mendengar itu,pasukan satria dewa sudah tidak lagi bergerilya karena merasa sudah tidak ada lagi jepang disini.dan sampailah mereka disurabaya.disitulah mereka bertemu dengan pejuang lain yang sedang menanti di proklamasikannya kemerdekaan Indonesia.
Mereka semua tampak senang karena pernderitaan ini berakhir dan merasakan kemerdekaan dari penjajah.
Proklamasipun dikumandangakan, semua pejuang berteriak “MERDEKAA..MERDEKAAAAA….” diseluruh penjuru negeri selalu terdengar pekikan kata MERDEKA.
Ditengah kegembiraan itu,satria dihentakan oleh pertanyaan dewa
“sat,bagaimana dengan keluargamu?mari kita cari bersama2”kata dewa
Wajah satria berubah menjadi tegang dan terlihat kawatir
“baiklah ayo kita cari”ajak satria
Belum mereka berangakat ada sederetan truk besar yang membawa para tahanan perang,satria mempunyai perasaan yang berbeda tentang itu.
“dewa,tunggu”cegah satria
“ada apa lagi?”Tanya dewa”kita sudah sampai Surabaya,apa kau mengurungakn niatmu untuk mencari keluargamu?”Tanya dewa
Satria terdiam dan terus memandangi truck2 yang menurunkan para tahanan satu persatu untuk dibebaskan
“aku mempunyai firasat bahwa adik dan ibuku ada diantara tahanana itu”jawab satria
Dewa mengerutkan dahinya dan ikut melihat apa yang terjadi dikejauhan sana.
“ada kah ibu dan adik mu sat?”Tanya dewa
“tidak tahu”jawab satria
“ayo kita lebih dekat kesana”ajak dewa
Mereka berdua mendekat dan melihat setiap orang yang turun dari truck
Dan tanpa disangka satria mendengar suara adiknya memanggil,tapi dia kira hanya lah khayalan dia karna keramainan dan kelelahan setelah perjalanan jauh.
Semakin lama suara itu semakn jelas terdengar diantara keramaian suara orang2 itu
“Kakak….kakak…..kakak….sari sama ibu disini..kakak”
Satria melihat kederetan truck paling belakang,dia tak percaya apa yang dia lihat,sari berlari ke arahnya,dan memeluk dia.
“sari..maafkan kakak”satria menangis dipelukan adiknya
“tidak apa2 kak”jawab sari
Satria menghampiri ibunya yang sedari tadi hanya berdiri melihat anak2na bersatu lagi.Lalu satria lsng bersujud dikaki ibunya.
“ibuuuu……satria kembali untuk ibu”tangis satria dikaki sang ibu
“iya nak”jawab ibunya sambil menopang anaknya agar berdiri
“ibu bangga terhadapmu nak”tambah ibunya
Disela2 keharuan itu ada suara yang memecah pertemuan keluarga kecil ini
“hheee’eeemmmmm ada yang terlupa atau tidak pak satria?”Tanya dewa berlagak seperti seorang perwira tentara.
Satria tertawa”hahaha iya aku lupa memperkenalkan kau sobat”,”ibu sari,ini dewa,seorang pejuang Indonesia,dan dewa,ini ibu ku dan adik ku”kata satria sambil tersenyum dan memeluk adik dan ibunya.
Ternyata dalam perkenalan itu dewa dan sari jatuh cinta pada pandangan pertama,timbulah binih2 cinta diantara mereka.satria dan ibunya pun setuju dengan hubungan itu.Dan ditengah kegembiraan kemerdekaan dewa dan sari langsung dinikahkan.
Mereka pikir perang ini sudah berakhir tapi ternyata tidak.Setelah kekalahan pihak Jepang, rakyat dan pejuang Indonesia berupaya melucuti senjata para tentara Jepang. Maka timbullah pertempuran-pertempuran yang memakan korban di banyak daerah. Ketika gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar, tanggal 15 September 1945, tentara Inggris mendarat di Jakarta, kemudian mendarat di Surabaya pada tanggal 25 Oktober 1945. Tentara Inggris datang ke Indonesia tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) atas keputusan dan atas nama Blok Sekutu, dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang, membebaskan para tawanan perang yang ditahan Jepang, serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya. Namun selain itu tentara Inggris yang datang juga membawa misi mengembalikan Indonesia kepada administrasi pemerintahan Belanda sebagai negeri jajahan Hindia Belanda. NICA (Netherlands Indies Civil Administration) ikut membonceng bersama rombongan tentara Inggris untuk tujuan tersebut. Hal ini memicu gejolak rakyat Indonesia dan memunculkan pergerakan perlawanan rakyat Indonesia di mana-mana melawan tentara AFNEI dan pemerintahan NICA.
Setelah munculnya maklumat pemerintah Indonesia tanggal 31 Agustus 1945 yang menetapkan bahwa mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Saka Merah Putih dikibarkan terus di seluruh wilayah Indonesia, gerakan pengibaran bendera tersebut makin meluas ke segenap pelosok kota Surabaya. Klimaks gerakan pengibaran bendera di Surabaya terjadi pada insiden perobekan bendera di Yamato Hoteru / Hotel Yamato (bernama Oranje Hotel atau Hotel Oranye pada zaman kolonial, sekarang bernama Hotel Majapahit) di Jl. Tunjungan no. 65 Surabaya.
Sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch. Ploegman pada sore hari tanggal 18 September 1945, tepatnya pukul 21.00, mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru), tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya, di tiang pada tingkat teratas Hotel Yamato, sisi sebelah utara. Keesokan harinya para pemuda Surabaya melihatnya dan menjadi marah karena mereka menganggap Belanda telah menghina kedaulatan Indonesia, hendak mengembalikan kekuasan belanda di Indonesia, dan melecehkan gerakan pengibaran bendera Merah Putih yang sedang berlangsung di Surabaya.
Tak lama setelah mengumpulnya massa di Hotel Yamato, Residen Soedirman, pejuang dan diplomat yang saat itu menjabat sebagai Wakil Residen (Fuku Syuco Gunseikan) yang masih diakui pemerintah Dai Nippon Surabaya Syu, sekaligus sebagai Residen Daerah Surabaya Pemerintah RI, datang melewati kerumunan massa lalu masuk ke hotel Yamato dikawal Sidik dan Hariyono. Sebagai perwakilan RI dia berunding dengan Mr. Ploegman dan kawan-kawannya dan meminta agar bendera Belanda segera diturunkan dari gedung Hotel Yamato. Dalam perundingan ini Ploegman menolak untuk menurunkan bendera Belanda dan menolak untuk mengakui kedaulatan Indonesia. Perundingan berlangsung memanas, Ploegman mengeluarkan pistol, dan terjadilah perkelahian dalam ruang perundingan. Ploegman tewas dicekik oleh Sidik, yang kemudian juga tewas oleh tentara Belanda yang berjaga-jaga dan mendengar letusan pistol Ploegman, sementara Soedirman dan Hariyono melarikan diri ke luar Hotel Yamato. Sebagian pemuda berebut naik ke atas hotel untuk menurunkan bendera Belanda. Hariyono yang semula bersama Soedirman kembali ke dalam hotel dan terlibat dalam pemanjatan tiang bendera dan bersama Koesno Wibowo berhasil menurunkan bendera Belanda, merobek bagian birunya, dan mengereknya ke puncak tiang bendera kembali sebagai bendera Merah Putih.
Setelah insiden di Hotel Yamato tersebut, pada tanggal 27 Oktober 1945 meletuslah pertempuran pertama antara Indonesia melawan tentara Inggris . Serangan-serangan kecil tersebut di kemudian hari berubah menjadi serangan umum yang banyak memakan korban jiwa di kedua belah pihak Indonesia dan Inggris, sebelum akhirnya Jenderal D.C. Hawthorn meminta bantuan Presiden Sukarno untuk meredakan situasi.
Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya, Mayor Jenderal Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.
Ultimatum tersebut kemudian dianggap sebagai penghinaan bagi para pejuang dan rakyat yang telah membentuk banyak badan-badan perjuangan / milisi. Ultimatum tersebut ditolak oleh pihak Indonesia dengan alasan bahwa Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri, dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) juga telah dibentuk sebagai pasukan negara. Selain itu, banyak organisasi perjuangan bersenjata yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar yang menentang masuknya kembali pemerintahan Belanda yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia.
Satria bertekat untuk ikut perjuangan ini,karna ini penghinaan bagi kemerdekaan
“mereka menghina bangsa kita,mereka tidak menghargai kemerdekaan kita.”tiba2 kata2 itu mengagetkan seisi rumah.
“ada apa sat?”Tanya ibunya terkaget karna suara keras satria
“kenapa?ada apa kau ini?”Tanya dewa
Dan satria hanya tersenyum seperti biasanya
Dan dewa sadar ini saat nya untuk mengambil kembali senjata untuk berperang.Dewa berdiri didepan satria dan memegang pundak satria dan berkata”katakana kawan,kapan waktunya”Tanya dewa kepada satria..
“Besok pagi,kita siap hadapi serangan inggris’jawab satria.”kumpulkan semua pasukan yang kita punya malam ini untuk bersiap hadapi hal terburuk besok”tambah satria
Tanpa bertanya lagi dewa mengambil senjatanya dan siap keluar rumah untuk menghubungi teman2 dari pasukan satria dewa lainnya untuk bersiap.
Tapi belum sempat dewa keluar rumah,sari memegang tangan dewa.
“Sayang,berjuang dan tetaplah bernafas untukku dan cintaku”kata sari dengan lirih ditelinga dewa..
“iya,aku janji”jawab dewa singkat sambil mengecup kening sari dan hilang dibalik pintu
Sari tak bisa menahan tangisnya,dia berlari kekamar meluapkan kesedihannya sendiri
Satria hanya terdiam dibangku meja memegang erat kalung pemberian ibunya dan sambil memandangi terus senapan laras panjangnya dan pita merah putih pemberian dewa yang tertata rapi dimeja.
“sat,ibu tidak mau kehilangan kamu untuk kedua kalinya.Sudah lah jangan kau paksakan perjuangan ini”pinta ibunya dicelah tangisan.
“Ibu,ini tanggung jawab satria sebagai putra bangsa”jelas satria
“ibu tidaklah perlu mengkawatirkan itu,satria terlahir untuk berperang.Anak ibu ini tidaklah kalah oleh penjajah,anak ibu ini adalah Satria Perang yang kuat hadapi semua ini”hibur satria pada ibunya
“sudah…satria janji,ini yang terakhir kalinya satria meninggalkan rumah untuk berperang”tambah satria.
Lalu satria memeluk ibunya,sesaat setelah itu satria berdiri dan menghampiri sari dikamarnya.
“sari..”panggil satria lirih.namun sari tetap menangis diatas kasurnya
“sari lihatlah kakak”pinta satria
Sari memaksakan diri melihat kakaknya sambil masih terisak
“tegakkan lah kepalamu,tetap busungkanlah dadamu disaat seperti ini”
“Kita adalah bangsa yang kuat,aku dan dewa dilahirkan sebagai pejuang”
“janganlah tertunduk saat orang2 yang kau cintai melawan penjajahan,banggalah dengan itu”
kata2 satria langsung menusuk hati sari agar tetap kuat dalam kondisi seperti saat ini
“Tegarkan hatimu”kata satria sambil memeluk adiknya yang hanya bisa menangis
Sesaat setelah itu dewa datang
“satria….”
“satria teman2 kita sudah siap,tapi hanya mereka yang bisa aku temukan”kata dewa setengah menyesal
“tidak mengapa,itu lebih dari cukup untuk menghancurkan para penjajah”jawab satria sambil mengikatkan pita merah putih dikepalanya.”kita bersiap sekarang”tambah satria lagi
“oo ya ini ada yang ingin aku perkenalkan padamu,dia ingin berjuang bersama kita”jelas dewa
“siapa?”Tanya satria
Pemuda itu langsung menjabat tangan Satria
“saya agus rahman,bangga bisa berjabat tangan dengan anda pak”kata agus
Satria terdiam mengerutkan dahinya seperti diingatkan oleh sesuatu
“apakah kau sodara nuirul rahman?”Tanya satria
sambil tertunduk agus menjawab lirih “iya…”
(Nuirul Rahman adalah salah satu pejuang yang berperang bersama satria tapi wafat saat pertempuran.)
“Selamat datang dipasukan”tambah satria tanpa berpikir panjang.
Satria masuk kedalam kamar,entah mengambil apa,lalu kembali kehadapan agus
“ini milik nuirul,pakailah. Kakakmu adalah pejuang yang tangguh”kata satria sambil memberikan sepucuk pistol dan sepatu boot tentara.
Lalu Dewa menghampiri Sari sebelum berangkat
“istriku,aku pasti akan kembali untuk mu”kata Dewa
“bawa kakakku kembali bersamamu”pinta Sari kepada Dewa disela tangisannya
“aku janji”jawab satria singkat
“ibu,Satria berangkat untuk berperang dan mencabut nyawa setiap penjajah”kata satria sembil mencium tangan ibunya
Ibunya tidak bisa berkata apa2,dia hanya bisa menangis melihat anaknya pergi berperang bersama rekan2nya..
Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan berskala besar, yang diawali dengan bom udara ke gedung-gedung pemerintahan Surabaya, dan kemudian mengerahkan sekitar 30.000 infanteri, sejumlah pesawat terbang, tank, dan kapal perang.
Berbagai bagian kota Surabaya dibombardir dan ditembak dengan meriam dari laut dan darat. Perlawanan pasukan dan milisi Indonesia kemudian berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk. Terlibatnya penduduk dalam pertempuran ini mengakibatkan ribuan penduduk sipil jatuh menjadi korban dalam serangan tersebut, baik meninggal mupun terluka.
Setelah pertempuran itu usai,Surabaya jatuh ketangan inggris.
Dewa kembali kerumah seorang diri,tanpa sesosok satria,yang selalu didekatnya.
Sari langsung memeluk dewa,dan bersyukur bisa melakukannya itu lagi.
Tapi sari terdiam saat tersadar kakaknya tak bersama suaminya
“mana kakak?”Tanya sari
Dewa hanya terdiam dan melihat ibu satria
Dewa menghampiri ibu satria “ibu,satria berjuang dengan gagah berani.dialah pahlawan sejati negeri ini yang pernah saya kenal.Dia gugur dengan terhormat dimedan perang”,Dewa berkata itu sambil memberikan pita merah putih dan kalung yang biasa satria pakai saat berperang.
Pecahlah tangis dirumah itu,dewa hanya terdiam,dia tidak tahu harus berbuat apa lagi.
Sari dan ibunya berpelukan menangis sambil memegangi pita dan kalung satria.
Setidaknya 6,000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200,000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya. Korban dari pasukan Inggris dan India kira-kira sejumlah 600. Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang.
Diantara 6.000 nyawa pejuang Indonesia yang hilang,diantaranya terselip nama SATRIA BAGAS PRAMUDYA.Dia lah pejuang tak dikenal diantara pejuang besar lainnya.dan tidak hanya satria,banyak ribuan pejuang Kemerdekaan Indonesia yang TIDAK DIKENAL.
Sebagai generasi tunas-tunas bangsa penerus kemerdekaan Indonesaia marilah kita ingat mereka mereka yang telah rela menyumbangkan segalanya hanya untuk kata MERDEKA bagi Indonesia.
Cerita ini penulis dedikasikan untuk para pejuang kemerdekaan Indonesia yang gugur dalam medan perang dan tidak pernah dikenal,semoga arwah mereka mendapatkan tempat yang layak disisiNYA,amien..
JASMERAH kawan……!!!!!!!!
Surakarta,10 Agustus 2010
trojjafocka
banyak sesuatu yang berharga meski tak pernah dihargai orang lain_______
BalasHapus